Selasa, 29 November 2011

Aku akan terus melangkah,,
Tak perduli Raga ini LeLah,,
Tak perduli jiwa ini perih
Tak perduli Hati ini sakit,
Demi suatu ketulusan kasih sayang,


Yang indah pd saatnya,
Semoga Tuhan memberi RahmatNya,,
Agar kuat ditiap Rintangan yg ada,
Diseraya ujian didunia,
Bertutur kata Ku bersahaja.


Ditulisku tersurat bah menyayat.
Dengan tulusnya Rasa cinta & sayang yg kian melekat.
Walau terasa hati ini pekat.
Berharap akan suatu mukjizat..
Antara dunia dan akhirat.


Aku masih akan tetap menunggu dan menunggu.
Dilarut mengalir hingga ke engkau tambatan hati.
Hanya sepenggal Harapan & doa kepada illahi.
Aku hanya ingin engkau kembali.
Lihat Lah aku yg tertahti.
Menunggu sebuah ketulusan yg pasti.
Termenung selalu dlm kesepian hati.
ingin Rasanya ku mengakhiri.
Tapi tak kuasa rasa di hati.
begitu tulus rasa cinta & sayang ku pd dirimu yg telah pergi.
Akan kah engkau menyadari...
Dengan apa yg telah terjadi,,,,

Rasa ini Lebih kepada aransemen yg tulus,,
Lebih indah & menggema sekedar denyut nadiku sendiri.
Bilapun kini aku biasa & abu-abu,,,
bukan berarti aku tak kuasa untuk belajar kearifan menjadi orang yg luar biasa.
Bukan ku dgn diam tak berarti aku mengibah atau waktu yg belum tiba saatnya untuk memahami dan peka akan sesuatu yg dirasa..
Biarkan Dunia, Langit & Lautan yg menjadi mahar.
Dan menjadi bahan hantaranhatiku.
Yang tak akan pernah aku biarkan untuk sekedar biasa.
Tapi akan menjadi sangat & seribu kali lipatistimewa,,,
Hanya untuk satu pilihan ku untuk satu ketulusan,,
Tapi semua seakan sirna,,
karna indah hanya pada awalnya,,
Ataukah ini hanya guratan sepenggal cerita yg menyayat hati,,
Ataukah hanya awan berlayar dilangit tak beralamat,,
Akankah batas Remang ketulusan begitu rampung dituliskan.
Butuh Rasa ketulus ikhlasan yg begitu kuat.
Hingga indah pada saatnya...